Kuliah Umum: Mengawali kuliah dengan Tawakal

Kuliah Umum: Mengawali kuliah dengan Tawakal

afi.unida.gontor.ac.id – Kuliah Umum yang diselenggarakan di Masjid Jami’ UNIDA Gontor pagi, 17 November 2020, mengajak mahasiswa untuk berserah diri dan menjalani seluruh ketetapan yang digariskan oleh Allah serta terus berijtihad mendapatkan Rahmat-Nya demi kebaikan di dunia maupun di akhirat. Pesan ini disampaikan oleh Dr. Agus Yasin, M.Pd.I. selaku pembicara utama pada acara tersebut.

“Kalau Allah sudah cinta, Allah pasti akan menjaga kita, perbuatan kita, perkataan kita. Maka oleh karena itu, dekatkanlah diri kepada Allah agar selalu dapat perlindungan-Nya dari segala macam bahaya dan perrbuatan yang tidak diridhoi Allah” ujarnya ketika membuka pidatonya pada acara tersebut. Dari pernyataan yang dilontarkan oleh pembicara, beliau berpendapat bahwa segala kebaikan yang kita lakukan merupakan kehendaka Alllah. Kesalehan seseorang yang selalu berbuat baik dan menghindari segala macam maksiat juga merupakan kehendak-Nya. Amal soleh seseorang bukan merupakan sebab didapatkannya Rahmat Allah tapi, amal soleh seseorang merupakan akibat dari limpahan rahmat Allah kepada hamba-Nya.

Oleh karenanya, sebagai Muslim sepatutnya selaulu berijtihad untuk mendekatkan diri dan meraih Rahmat-Nya dengan berbagai cara serta tak lupa selalu berdo’a, meminta perlindungan dari segala macam kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah. Dengan cara ini, manusia dapat selalu jauh dari dosa dan murka-Nya di dunia maupun di akhirat.

Dalam kulaih umum kali ini, beliau juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selau pasrah dan tunduk kepada segala ketetapan Allah “jangan terlalu banyak berangan-angan untuk menyusun masa depan kita. Karena sesungguhnya sudah ada yang mengatur masa depan kita.  Kuncinya hanya cukup beriman dan percaya bahwa ketetapan Allah adalah jalan yang terbaik bagi kita. Karena Allah tahu apa yang tidak kita ketahui” ujar, beliau dihadapan para mahasiswa.

Pernyataan-pernyataan yang diutarakan oleh Dr. Agus Yasin menganjurkan seluruh mahasiswa untuk terus menguatkan iman dan takwa serta menyadarai bahwa seluruh ketetepan yang diterima adalah jalan yang sudah diperhitungkan oleh Allah menurut kadar kemampuan, dan kebutuhan seluruh umat-Nya.

Bagai sebuah novel yang sudah tersusun rapi tokoh, latar, dan alurnya. Manusiapun menjalani hidup bagaikan tokoh pada Novel agung kehidupan yang tercatat di Lauhul Mahfudz. Tertulisnya nasib dan jalan hidup manusia bukan bebrarti manusia hanya pasrah menjalani takdir Tuhan. Manusia memiliki satu senjata yang dapat menyelamatkan dirinya dari seluruh mala petaka yang tertulis dalam Novel tersebut. Senjata tersebut adalah cinta kasih sang penulis Novel yaitu Allah SWT. Oleh karenanya sebagai umat islam, sudah sepatutnya terus berusaha untuk menggapai rahmat-Nya

Dalam pencarian Rahmat Allah, seorang muslim dilarang untuk mudah menyerah. Hal ini dikarenakan menyerah atau putus asa adalah perbuatan dan ciri dari orang kafir. Seperti dijelaskan dalam Qur’an Surat Yusuf ayat 87 yang berarti “ dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah  melainkan kaum yang kafir”.              

Acara ini mendapat beberapa dukungan dari segenap mahasiswa. “Acara ini sangat tepat diselenggarakan sebelum mualinya perkuliahan secara normal. Karena bisa menjadi sedikit gerakan pemanasan sebelum memulai perkuliahan” ujar Agus Hidayat, mahasiswa semester 8 program studi Ekonomi Islam ketika dimintai konentar mengenai acara kuliah umum ini.

Oleh: Mawardi
Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *