Kajian Pekanan Kitab Al-Munqid min al-dholal

Kajian Pekanan Kitab Al-Munqid min al-dholal

afi-unida.gontor.ac.id – Kajian kitab Al-Munqid min al-dholal yang sudah memasuki pekan ke-5 ini merupakan kajian mingguan yang diselenggarakan setiap hari Senin malam tepatnya pada tanggal 21/12/2020 di Masjid Jami UNIDA GONTOR. Kajian perdana ini juga merupakan pembuka dari seluruh rentetan kegiatan olah fikir yang dan olah zikir yang disusun oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam.

Materi yang dibawakan oleh Al-Ustadz Sohibul Mujtaba, M. Ag. Beliau menyampaikan terkait: – Alat untuk mencapai kebenaran : 1. Panca indera, 2. Akal, 3. Intuisi, 4. Khobar Shodiq. – logika orang sekarang ini seperti mimpi, ketika ia baru bangun ia baru tersadar.

Dibawah Wahyu adalah Ilham, Secara harfiah, ilham berarti menelan, meneguk, mengajarkan, mewahyukan. Sesuatu yang disampaikan oleh Allah SWT ke dalam jiwa seseorang yang membangkitkannya untuk mengerjakan atau meninggalkan sesuatu. Menurut tafsir az-Zarkasyi dalam kitab al-Burhan fi ‘Ulum al-Quran, ilham adalah memberi pelajaran atau mengajar. Dalam Alquran, ilham hanya disebut satu kali, yaitu dalam surat asy Syams ayat 8 yang artinya: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Menurut ahli tafsir Imam at Tabari, terdapat dua penafsiran tentang ilham. Pertama, Allah SWT menjelaskan sesuatu pada nafs (jiwa) yang pantas untuk dikerjakan atau ditinggalkan, baik berupa kebaikan atau keburukan.

Kedua, Allah SWT menjadikan dalam jiwa ada kefasikan dan ketakwaan. Mana saja yang dominan di antara kedua itu akan berpengaruh terhadap perilaku manusia. Sedang Muhammad Abduh mendefinisikan ilham sebagai Perasaan halus yang mana jiwa merasa yakin dan terdorong pada apa yang dicarinya, tanpa merasa atau mengetahui dari mana datangnya.” Allah SWT dikenali melalui dua jalan. Pertama, Allah SWT memberi ilham kepada sebagian manusia untuk mengetahui-Nya. Kedua, Allah SWT memberikan wahyu kepada para nabi untuk menyampaikan jaran-Nya kepada manusia secara keseluruhan.

Persamaan ilham dengan wahyu, keduanya sama-sama merupakan media penerimaan ilmu pengetahuan atau pengetahuan yang didapat secara cepat dan rahasia dalam jiwa tanpa dipelajari lebih dulu. Perbedaannya, ilham dapat berisi ilmu pengetahuan, perasaan halus, insting, atau berupa tabiat yang diberikan kepada semua manusia atau hewan. Sedang wahyu diberikan khusus kepada nabi yang datangnya dari Allah SWT melalui malaikat dan ada kewajiban untuk menyampaikan kepada seluruh manusia. Pendapat lain menyebutkan, ilham merupakan emanasi dari Allah SWT namun tidak diketahui bagaimana dan mengapa ilham diturunkan.      

Semua orang sudah diberi hidayah: 1. Hidayatul wijdan, 2. Hidayatul hawas, 3. Hidayatul akal, 4. Hidayatu Ad-Diin,5. Hidayatul Ma’unah. Mayoritas ilmu pengetahuan itu didapat dari cahaya dari Allah   (نور الله). – شرح = نور. Tanda orang mendapatkan nur dari Allah, menjauh dari kesenangan duniawi dan mempersiapkan dengan akhirat. Maka pepatah menyebutkan kejarlah akhirat maka dunia akan mengikutimu.

Oleh: Kanda Naufal Jauhar Gani
Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Semester 4 Universitas Darussalam Gontor

One comment

  1. Pingback: Sebuah Drama : Debat Persoalan Penganut Syi'ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *