Dinamika Visi, Implementasi, dan Kreasi : “Biarkan Darussalam Tetap Darussalam” Al-Ustadz Hasib Amrullah

Dinamika Visi, Implementasi, dan Kreasi : “Biarkan Darussalam Tetap Darussalam” Al-Ustadz Hasib Amrullah

http://unida.gontor.ac.id – “Biarkan Darussalam Tetap Darussalam”, begitulah judul dari sebuah syair yang lahir dari seorang teladan. Al-Ustadz Hasib Amrullah membuka agenda dialog “Ngopi” yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa malam itu dengan lantunan puisinya yang menjadi topik perbincangan malam itu. Gambaran apik tentang kehidupan dan cita-cita Darussalam teringkas dalam buliran sajak yang tersusun dalam alinea bait-bait indah. dema.unida“Ngopi” Ngobrol Pemikiran Islam

            “Darussalam bukanlah sebuah tampat. Tapi ia adalah ide dan cita-cita pendiri pondok” ungkap Al-ustadz Hasib selepas membacakan puisi. Cita-cita yang terkandung dalam sebutan Darussalam tak lain adalah menciptakan kehidupan yang damai sekaligus menjadi sumber kedamaian. Nama itu pula yang menjadi judul pusinya malam itu (Biarkan Darussalam Tetap Darussalam).

            Beliau menjelaskan bahwa Gontor punya cara sendiri membangun lingkungan yang damai di tengah-tengah carut marut dunia. Pembinaan kader umat yang mampu menjadi perekat bagi seluruh golongan adalah siasat yang diterapkan Gontor untuk membangaun lingkungan hidup yang damai dan jauh dari pertikaian.

            Kata “damai” menurut hemat beliau dalam puisinya adalah kondisi dimana tidak terjadi konflik ataupun perpecahan antar individu ataupun golongan di suatu lingkungan. “Damai adalah tidak terjadi konflik. Antara diri kita dengan diri kita, diri kita dengan orang lain atau diri kita dengan lingkungan” tutur beliau malam itu. Tak salah jika untuk menciptakan kedamaian, para pendiri pondok meletakkan misi atau tujuan untuk mencetak kader-kader perekat umat. Agar segala macam polemik yang bersumber dari konflik tidak sehat dapat diatasi dan ditangani dengan tepat.

            Di sisi lain, ide yang diusung para pendiri dalam menetapkan nama Darussalam sendiri adalah untuk menciptakan jalan bagi para mujahidin untuk berjihad lewat jalur intelektual. Menciptakan lembaga pendidikan, tempat para pemuda berjihad menuntut ilmu.“mencapai surga lewat ilmu pengetahuan” jelas beliau.

            Cita-cita dan ide itulah yang menjelma menjadi visi dan tujuan Pondok Modern Darussalam Dontor yang sering disingkat PMDG. Pembanguna karakter dan transformasi ilmu yang dilakukan di PMDG tak lain adalah jalan menuju tercapainya seluruh visi dan misi yang telah tertanam dalam nama Darussalam tersebut.

            Dengan karakter dan ilmu tersebut diharapkan seluruh santri dapat lulus dengan keadaan memegang prinsip yang benar. Prinsip yang kelak menjadi pagar pembatas sekaligus petunjuk arah bagi para santri. Dengan prinsip yang tertanam itulah para santri dapat meneguhkan pendiriannya dan menjadi pemimpin umat yang kelak menjelma penunjuk arah bagi umat yang mereka pimpin. Beliau menyebutkan satu ayat “Kassyajaroti Thoyyibah ashluha tsaabitun wa far’uha fi as-samaa’ bagaikan pohon yang akarnya menetap dan dahan-dahannya menjulang di langit” tutur beliau.

            Dinamika yang terjadi antara visi, pembangunan karakter, transformasi ilmu, dan kondisi damai digambarkan dengan rapih dan indah dalam puisinya malam itu.

Biarkan Darussakam Tetap Darussalam

“Butiran benih mengembang tunas

Bercabang ranting merimbun daun

Lalu pohon berakar dalam mewujud

Melebar rindang menyejuk pandang

Tempat pejalan berteduh menikmati damai”

…… selengkapnya di – https://www.youtube.com/watch?v=MACOmjCpJls

            Setelah visi ditetapkan, benihpun mulai ditabur dengan terus memberikan asupan pupuk karakter dan ilmu yang dibutuhkan. Seiring waktu berjalan si benih tak lagi menjadi benih, mereka tumbuh dengan daun yang rindang dan akar prinsip yang kuat menancap di tanah. Saat itulah mereka menebar manfaat kepada semesta. Rindangnya sebagai paru-paru dunia dan penyejuk pandang. Wibawanya menjadai suber kedamaian dan ketentraman umat.     

pen : Mawardi Dewantara

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *