Hijrah : Melangkah Meninggalkan dan Menapak Kedepan

afi.unida.gontor.ac.id-Tahun baru merupakan suatu hal yang dianggap istimewa oleh sebagian besar manusia di seluruh penjuru dunia. Begitu pula pada tanggal 9 Agustus 2021 lalu, yang bertepatan dengan 1 Muharram 1443 H, yang merupakan hari pertama pada penanggalan Hijriah, sekaligus malam tahun baru bagi umat Muslim.

Para santriwati dan guru di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kamus 3 melaksanakan perayaan malam tahun baru dengan menyimak hikmah tahun baru yang disampaikan oleh Al-Ustadzah Intan Kurnia, S.Pd serta untaian pesan dari Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri 3 Al-Ustadz H. Muhammad Badrun Shahir, MA. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Gontor Putri 3 pada pukul 20.00-22.00 WIB.

Pada kesempatan peringatan tahun baru tersebut, Bapak Wakil Pengasuh menyampaikan beberapa poin penting pada para santri dan guru-guru. Beliau menyampaikan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang suci dari empat bulan yang disucikan oleh Allah SWT. Dengan sucinya bulan Muharram maka jangan sampai kita mengotorinya dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Beliau mengingatkan twntng hijrah Rasul dari Makkah ke Madinah merupakan sebuah hal besar di mana beliau berpindah dari tempat yang tidak sesuai dengan dinamika Islam ke tempat yang strategis bagi pertumbuhan Islam (Yatsrib). Dari hal tersebut, beliau menegaskan tentang spirit hijrah yang dimiliki Rasulullah, bahwa hijrah yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat menuju ke sesuatu yang bermanfaat.

BACA JUGA: Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Himbau Mahasiswi Agar Lebih Baik di Bidang Akademik

“Jika kita tidak tulus dan ikhlas dalam berhijrah, maka akan mudah lupa tujuan pertama dari hijrah yang kita lakukan” pesan beliau. Santri pun diajak untuk mengkomprehensikan hijrah dengan kepergian mereka dari kampung halaman ke pondok untuk menuntut ilmu.

Belaiu yang juga merupakan dosen Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir memberikan wejangan tentang ketenangan jiwa ( Itmi’nan ). Dalam setiap aktifitas kita terdapat dzikir yang telah Rasulullah ajarkan kepada ummatnya. Hal tersebut dikarenakan untuk membangun ketenangan kita memerlukan upaya ( Kasb ) dzikir. Meninggalkan hal-hal yang melengahkan pun smenjadi sebuah kunci agar mendapat ketenangan jiwa. Apabila jiwa merasa tenang, hal-hal yang melengahkan dunia telah kita tinggalkan, maka akan mudah untuk menapak menuju masa depan, karena masa depan kita dimulai hari ini. Dan di akhir nasihatnya, beliau mengingatkan tentang keutamaan istiqomah. Istiqomahlah dalam berhijrah, sebab istiqomah lebih baik dari seribu karomah.

-Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka ( dengan berkata ) “ Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan ( memperoleh ) surga yang telah dijanjikan kepadamu”- Q. S. Fushilat 41 : 30

Pen : Megi Nur Afifah/AFI 5
Editor : Rahmah Mega A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *