Menulis, Mengolah Pikiran, Membangun Peradaban

afi.unida.gontor.ac.id– (10/09) DEMA Universitas Darussalam, divisi Karangbanyu menyelenggarakan workshop kepenulisan. Dengan bertemakan Menulis, Mengolah Pemikiran, Membangun Peradaban, para mahasiswi mengikuti latihan kepenulisan tersebut dengan penuh antusias di Aula Mini Gontor Putri 3.

Acara yang dimulai sejak pukul delapan pagi, dibuka oleh Al Ustadz H. Muhammad Badrun Syahir, M.A, selaku wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3. Dalam kesempatan kali ini, Dept Intelektual DEMA berkesempatan untuk mengundang Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud dan Ustadzah Firda Inayah, M.Ag selaku pemateri workshop.

Dalam workshop kepenulisan kali ini, Ust Hasib selaku pemateri pertama memberikan motivasi kepada seluruh peserta terkait hal kepenulisan. “Setiap orang memiliki potensi untuk menulis. Besarnya potensi kepenulisan tergantung kepada apa yang diserap dan apa yang dituangkan dalam bentuk Karya Tulis,” paparnya. Terlebih, masa mahasiswi merupakan waktu yang tepat untuk menulis, karena sesungguhnya mahasiswi memiliki potensi yang luar biasa dalam hal kepenulisan.

BACA JUGA : PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN WORLDVIEW MUSLIM DI ERA GLOBALISASI

Disamping itu, ada satu quotes yang menarik para peserta.

“Orang yang membaca tetapi tidak melahirkan tulisan. Berarti, dia gila!”

Beliau menjelaskan, bahwa bisa jadi ia tidak paham dengan apa yang dibaca, terlebih saat ia tidak mampu menuangkan hasil bacaannya kedalam bentuk sebuah tulisan. Terlebih, orang yang menulis, namun tidak membaca dapat dikatakan sebagai orang yang gila kuadrat. Hal tersebut menunjukan bahwa ia menulis namun tidak tau akan kebenaran yang ia tulis.

Berlanjut sesi kedua, yang disampaikan oleh Ustadzah Firda Inayah, M.Ag mengenai teknik kepenulisan karya ilmiah. Dalam kesempatan kali ini, beliau menjelaskan mengenai tata cara serta langkah-langkah yang harus dikerjakan dalam menyusun sebuah karya tulis ilmiah.

BACA JUGA : PETUAH HAMKA UNTUK MAHASISWA

Tidak cukup sampai kepada langkah-langkah kepenulisan, para peserta juga melakukan praktek secara langsung usai pemaparan materi. Hal tersebut ditujukan agar adanya perubahan setelah dilaksanakannya workshop kepenulisan.

Usai materi, acara dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dan foto bersama. Adanya kegiatan ini, diharapkan agarnya munculnya ketertarikan akan kepenulisan dalam diri mahasiswi. Karena, dengan menulislah, akan berpengaruh terhadap pikiran yang nantinya akan mampu membangun sebuah peradaban.

Pen : Rahmah Mega A (AFI 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *