Aqidah dan Filsafat Islam

Implentasi Hafalan Qur’an Disisi Spiritual Mahasiswi Guru

afi.unida.gontor.ac.idUNIDA adalah Univeristas Islam yang menggunakan sistem asrama dalam sistem penididikannya. Berdasarkan visi UNIDA yaitu, menjadi universitas unggulan yang mengintegrasikan sains, teknologi, dan ilmu-ilmu kemanusian dengan ilmu-ilmu ke-Islaman dan tetap mengikuti perkembangan zaman pada tahun 2030. UNIDA menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman, baik dari segi akademik maupun non akademiknya.

Karena. Salah satu tujuan dari universitas ini adalah mampu menghasilkan insan yang beriman, berakhlak mulia, berpengetahuan luas yang mampu mengamalkan ilmunya secara kreatif dan inovatif sehingga dapat memecahkan masalah umat dan bangsa, serta sanggup berkompetisi ditingkat nasional maupun internasional melalui program pendidikan diploma, sarjana, pascasarjana, dan profesor. Selain itu, para mahasiswi selalu diselipkan dengan nilai-nilai kerohanian dalam setiap aktivitas sehari-harinya. Seperti dengan pengadaan kajian-kajian islami, seminar dan sebagianya.

Baca juga: Tingkatkan Interaksi dengan Al-Qur’an, Prodi AFI Selenggarakan MABIT Tahfidz

Salah satu program yang merujuk pada tujuan  UNIDA adalah program hafalan Al-qur’an.  Program ini mengacu kepada tujuannya agar para mahasiswi tetap menjadikan segala aktivitasnya bernilai ibadah, serta mampu menghasilkan insan yang beriman, berakhlak mulia dan berpengetahuan luas.

Kegiatan ini berlangsung setiap semesternya, dengan batasan-batasan yang telah ditentukan. Setelah menghafal surat-surat pilihan atau beberapa juz dari Al-Qur’an mahasiswi diwajibkan untuk menyetor hafalannya kepada pembimbingnya masing-masing.

Tidak cukup sampai disitu, UNIDA juga merancang program ujian tahfidz, yang rutin diadakan menjelang ujian akhir semester. Hal ini dilakukan guna menjaga hafalan qur’an yang telah disetorkan sebelumnya.

Baca juga: Dr. Kholid Muslih, M.A: Menjadikan Al-qur’an sebagai lifestyle

Dari program ini diharapkan dapat menjadi bekal juga motivasi tersendiri bagi para mahasiswi guru. Dengan demikian para mahasiswi guru juga diharap dapat berlomba-lomba dalam kebaikan. Agar senatiasa menjaga perbuatannya, menjadi qudwah bagi para peserta didiknya dan mempunyai akhlak yang mulia.

Melihat manfaat dari program ini, terlebih mengarah kepada pendekatan nilai spiritual mahasiswi terhadap Allah SWT, menghindari kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat dan sebagainya. Tampaknya, hal ini juga dapat diterapkan terhadap para mahasiswa yang berada di Indonesia, terutama setelah melihat berbagai problematika yang menyerang aqidah dan iman para mahasiswa di berbagai universitas.
Pen: Rahmah Mega A

News Lainnya:

2 Comments

  1. Pingback: Mahasiswi Guru Rancang Strategi Semester Baru-ini cara mereka

  2. Pingback: Mengupas Filosofi "Hymne Oh Pondok ku" di gedung MPR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *