Aqidah dan Filsafat Islam

Kepedulian Islam akan nilai-nilai Estetika

“Dalam Islam, nilai keindahan merupakan unsur penting yang sama sejajarnya dengan nilai kebenaran dan nilai kebaikan yang sekaligus menjadi prinsip perbuatan Tuhan dalam penciptaan”

Tulis Muhammad Budi Santoso dan Muhammad Syam’un Salim dalam Jurnal Tasfiyah.

afi.unida.gontor.ac.id Tulisan ini ingin menjelaskan bahwa Islam tidak menentang seni bahkan lebih dari menghargai seni. Salah satu pembuktiannya adalah etika, estetika menjadi salah satu bahan diskusi menarik didalam peradaban Islam. Bahan diskusi bertemakan etika dan estetika bertujuan untuk memahami bagaimana Islam memandang seni atau bentuk ekspresi terhadap keindahan itu sendiri.

Dalam artikel ini juga dijelaskan bahwa Alam yang diciptakan Tuhan adalah indah dan keindahan merupakan bagian dari strukturnya. Nilai-nilai seni didalam Al-Qur’an sendiri bisa ditangkap dan difahami dari isyarat-isyarat yang ada dalam ayat-ayatNya. Menurut Quraih Shihab, ayat-ayat ini memberikan pesan pada manusia yang memandangnya untuk menikmati dan melukiskan keindahan itu sesuai dengan subyektifitas perasaannya.

Estetika dalam pembahasan ini tidak hanya seputar seni non-visual, akan tetapi Islam juga mendiskusikan tentang seni visual Barat. Jika seni visual Barat hampir sepenuhnya bersandar pada watak atau sifat manusia; apakah ia diungkapkan dalam figur manusia, pemandangan alam, benda-benda mati atau bahkan desain abstrak. Tidak demikian dalam seni visual Islam, Islam tidak tertarik pada sifat manusia dan alam; melainkan pada sifat Ilahi. Maka dalam Estetika Islam melarang penggambarkan makhluk bernyawa seperti yang terjadi pada nilai-nilai estetika peradaban Barat.

Hal terpenting yang merupakan landasan utama dalam setiap produk kesenian Islam adalah bahwa seni Islam merupakan wadah dari hasil penghayatan nilai-nilai estetis dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi model utama dan tertinggi bagi kreativitas dan produksi seni. Implikasi dari jalur pemikiran Islam ini dapat dijumpai dalam berbagai karya seni visual Islam terutama bidang Kaligrafi, dekorasi (ornamen) dan Arsitektur.

Peneliti menyimpulkan bahwa ekspresi seni visual dalam Islam dibangun berdasarkan paradigma Tauhid. Tauhid memberikan identitas peradaban Islam yang mengikat semua unsur-unsurnya menjadi suatu kesatuan yang integral dan organis, tidak terpisah-pisah juga dikotomis. Maka, menurut pandangan Islam setiap karya seni adalah bentuk lain dari ibadah; sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT. Sekaligus di waktu yang bersamaan mengandung dan mengungkapkan keindahan estetis.

2 Comments

  1. Pingback: Makna Sains Islam dan Agenda Islamisasi Ilmu – Aqidah and Islamic Philoshophy

  2. Pingback: Manhaj al-Fikri – Aqidah and Islamic Philoshophy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *