Aqidah dan Filsafat Islam

MEMBANGKITKAN GHIRAH INTELEKTUALITAS, FOKUS HADIR KEMBALI

“Mahasiswa Unida itu akal dan intelektualitasnya yang main, bukan hati dan perasaannya.” Kurang lebih begitulah ucapan dari Dr.H. Hamid Fahmi Zarkasy, M.A. M.Phil. dalam sebuah acaraperkumpulan. Termotivasi dengan perkataan tersebut, selaku penanggung jawab senat Unida kampus Rabithah, Mahasiswa semester 6 fakultas Ushuluddin kembali mengadakan FOKUS setelah sempat absen selama beberapa pekan dikarenakan padatnya kegiatan pondok dan aktifitas perkuliahan.

Perfotoan mahasiswa guru bersama Al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, M.A sebagai pemateri FOKUS

Kali ini, Al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, M.A. berkesempatan untuk menjadi pemateri dan beliau mengusung tema “Worldview Islam dan Realitas.” Seperti kegiatan FOKUS sebelumnya, FOKUS pada hari ini pun dimulai selepas sholat maghrib dan berakhir tepat setelah Adzan Isya’. Pun demikian dengan tempatnya, juga diadakan di Masjid Atiq, sebagai masjid yang menjadi pusat ibadah bagi para asatidz gontor.

Dalam kajian kali ini, beliau membahas bagaimana pandangan Islam terhadap realitas. Secara dzahir materi ini terlihat mudah untuk dicerna, karena realitas adalah segala sesuatu yang nyata wujudnya. Tapi sebagai mahasiswa ushuluddin, itu bukanlah topik utama dalam pembahasan ini. Dewasa ini banyak yang salah mengartikan sehingga salah melangkah dalam berpikir mengenai realitas dan kebenaran (reality and truth). Beliau menjelaskan bahwasannya segala sesuatu yang bersifat nyata, dan disokong oleh data, tidaklah selalu menjadi benar, dan harus dibenarkan. Berkenaan dengan apa saja sesuatu yang dianggap sebagai realita menurut worldview Islam pun juga tidak luput dari pembahasan beliau. Setidaknya ada 9 unsur dalam realitas islam yang beliau sampaikan sebagai refleksi pemaham beliau terhadap konsep Syed Naqouib Al-Attas. Kesembilan unsur tersebut adalah Allah, Wahyu, Islam, Dunya, Insan, ‘Ilm, adab, Sa’adah (happiness), change.

Baca juga: Dr. Hasim Danuri: Tak Ada Pertentangan Dalam Al-Qur’an

Tak lupa, beliau juga menyampaikan bahwa tugas mahasiswa unida kedepannya adalah menempati posisi yang penting dalam dakwah. Dalam hal ini, tentu mahasiswa dituntut untuk memahami konsep worldview Islam, terkhusus dalam persoalan reality and truth. Selanjutnya tugas utama lain sebagai mahasiswa unida yaitu siap untuk terjun dalam membenahi kondisi umat dan bangsa yang carut marut, karena merekalah yang nantinya akan menjadi pilar terdepan dalam menghadapi berbagai persoalan umat dan bangsa.

Penulis : Ahmad Farkhan Abdau & Yazid Zidan Prabowo  ( AFI/6/Robithah )

One comment

  1. Pingback: PENDIDIKAN TOTALITAS BERBALUT KEIKHLASAN DALAM OPPM DAN KOORDINATOR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *