Aqidah dan Filsafat Islam

Shubhah Skripsi Sesi II Prodi AFI-FU; Pendampingan Pengajuan Judul dan Penulisan Proposal

afi.unida.gontor.ac.id. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang berbasiskan pesantren, Universitas Darussalam Gontor sangat memberikan perhatian khusus terhadap mahasiswanya. Salah satu bentuknya melalui pelatihan penulisan proposal skripsi yang diselenggarakan oleh program studi Aqidah dan Filsafat Islam. Terselenggaranya program ini merupakan salah satu bentuk monitoring prodi yang khusus diperuntukkan kepada mahasiswa semester akhir dalam menghadapi persiapan penulisan skripsi.

Disamping itu, terwujudnya kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan mahasiswa dalam bidang tulis-menulis sehingga outputnya diharapkan mahasiswa dapat menulis dengan baik bahkan mampu mengaplikasikannya secara baik.

Adapun program ini diwajibkan untuk seluruh mahasiswa AFI semester akhir, baik kampus Siman maupun Robithoh. Bahkan, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa fakultas Ushuluddin seperti halnya, mahasiswa Studi Agama-Agama dan Ilmu Qur’an dan Tafsir. Hal ini merupakan bukti keseriusan mahasiswa dalam menghadapi persiapan proposal skripsi kali ini.

Peserta Pelatihan Penulisan Proposal Skripsi

Selain itu, program ini juga dihadiri oleh al-Ustadz Harda Armayanto, M.A. selaku pemateri dalam kegiatan ini. Bahkan, terlibatnya dosen-dosen program studi dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata keikhlasan beliau dalam membimbing mahasiswa semester akhir.

Pada kesempatan tersebut beliau al-Ustadz Harda Armayanto, M.A. banyak memberikan langkah-langkah dan hal-hal yang harus ditempuh dan dipersiapkan  khususnya dalam penulisan proposal skripsi. Mengutip dari pernyataan beliau bahwa:

“Skripsi itu bagaimana menemukan masalah, dan memberikan jawaban atas masalah”

al-Ustadz Harda Armayanto, M.A.
al-Ustadz Harda Armayanto, M.A.

Menurut beliau, banyak di kalangan mahasiswa yang kurang mengerti akan pentingnya hal ini. Bahkan, lebih jauh lagi banyak diantara kesalahan mahasiswa yang terjadi dalam pengajuan judul tanpa mengetahui problem yang terjadi di dalamnya.

Beliau juga, mengemukakan kriteria skripsi yang ideal, yaitu terhindar dari tindakan plagiasi, bersifat baru, dan memiliki manfaat. Selain itu beliau juga menjelaskan macam-macam penelitian, diantaranya kualitatif dan kuantitatif.

Tutur beliau, “bahwa penelitian dengan model kuantitatif sekalipun tidak terlepas dari model penelitian kualitatif, bahkan wawancara merupakan inti dari model penelitian kualitatif.”

Beliau juga menegaskan kembali terkait menentukan masalah penelitian, hal ini disebabkan banyaknya kesalah pahaman mahasiswa akan hal tersebut. Bagaimana cara membedakan antara yang ideal terhadap realitas yang terjadi. Masalah merupakan kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan mengapa. Apabila kenyataan atau fakta tidak sesuai dengan teori, realitas tidak sesuai dengan idealitas. Sehingga kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Pada kesempatan tersebut, beliau membagikan cara bagaimana kita dapat menemukan masalah, hal ini teramu dalam 3 hal, yaitu: membaca, mengamati, dan memahami. Beliau juga menitikberatkan juga bahwa judul yang sama belum tentu menghasilkan buah pikiran yang sama. Hal ini disebabkan pendekatan dan cara analisis yang berbeda sehingga mengeluarkan output yang berbeda pula.

Terselenggaranya kegiatan ini merupakan suatu kesyukuran. Harapanya, program ini akan terus diadakan sebagai salah satu kegiatan rutin dalam upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa prodi.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *