Aqidah dan Filsafat Islam

Tazkiyatun Nafs Bagi Mahasiswi Guru

afi.unida.gontor.ac.id– Seorang guru adalah teladan bagi peserta didiknya. Maka, sudah seharusnya guru memiliki kompetensi serta kepribadian yang baik, dewasa arif bahkan hendaknya memiliki akhlak yang mulia. Tidak cukup sampai disitu, guru juga memiliki peran penting dalam melahirkan kader-kader umat yang akan membawa perubahan bagi Bangsa dan Agama.

Dalam pandangan tasawuf, guru harus mengerti atas apa yang di dalam hati dan pikiran seorang murid, baik emosional maupun spiritual. Hendaknya guru juga berhati-hati dalam segala perbuatan, memiliki ketenangan jiwa, bertawadhu, khuysu’dan senatiasa bertawakal kepada Allah.

Karena, hal tersebut sangat berpengaruh terhadp proses belajar mengajar, keteladanan dan sebagainya. Namun, tidak sedikit para pendidik yang masih memiliki kepribadian yang rendah dan masih jauh dari yang semestinya dimiliki oleh para pendidik.

BACA JUGA : PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN WORLDVIEW MUSLIM DI ERA GLOBALISASI

Jum’at (05/02) yang lalu, para mahasiswi guru Universitas Darussalam baru saja mengikuti kajian mingguan yang bertemakan ‘TAZKIYATUN NAFS SEBAGAI PENGUAT KARAKTERISTIK MAHASISWI GURU’ yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH.

Dalam kajian kali ini, beliau memaparkan betapa pentingnya proses tazkiyatun nafs bagi para mahasiswi guru. Disamping kewajibannya sebagai mahasiswi dalam sebuah universitas, para mahasiswi guru juga mempunyai tanggung jawab besar terhadap keberhasilan peserta didiknya.

Kajian ini diawali dengan penyampaian makna guru dan murid serta makna tazkiyatun nafs dalam perspektif tasawuf, kemudian beliau menjelaskan tentang sistem pendidikan dan pengajaran Gontor. Karena terdapat kaitan yang begitu erat antara sistem pendidikan Gontor dengan proses Tazkiyatun Nafs. Dimana terdapat keteladanan dalam sistem pendidikan di Gontor yang mempunyai pengaruh besar atas terbentuknya akhlak anak didiknya. Untuk itulah, tazkiyatun nafs dinilai penting bagi seorang guru, karena ia merupakan seorang teladan yang segala gerak-geriknya akan dicontoh oleh anak didiknya.

BACA JUGA : MAKNA IBADAH DALAM ISLAM

Memulai dari hal yang kecil atau remeh, merupakan proses awal dalam Tazkiyatun Nafs. Dari hal kecil inilah, yang akan memberikan perubahan terhadap karakteristik mahasiswi guru. sehingga jiwa yang bersih akan mendorong manusia untuk melakukan serangkaian kebaikan. Akhirnya, acara ini ditutup dengan pembacaan do’a dan penyerahan kenang-kenangan.

Selanjutnya, usai kajian ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi mahasiswi guru akan pentingnya Tazkiyatun Nafs. Sehingga dapat meningkatkan kesemangatan dalam mengajar dan dalam perkuliahan.

Pen : Rahmah Mega Ardiana
(Mahasiswi AFI Semester 6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *